Badung (Lokapalanews.com) – Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi berpartisipasi dalam Bussiness Matching Belanja Produk Dalam Negeri Tahun 2024. Kegiatan yang diselenggarakan pada Senin-Kamis (4-7) April di Badung, Bali merupakan kolaborasi antara Kementerian Perindustrian dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Pada ajang Bussiness Matching P3DN yang mengusung tema “Kemandirian Produk Dalam Negeri menuju Indonesia Emas”, Ditjen Diktiristek menghadirkan sepuluh produk reka cipta perguruan tinggi antara lain kendaraan elektrik, drone, peralatan Kesehatan, komputer jinjing, dan beberapa produk reka cipta lain. Produk-produk tersebut merupakan hasil kolaborasi perguruan tinggi dengan dunia usaha/industry (DUDI) melalui mekanisme program Dana Padanan (Matching Fund) Kedaireka.

banner 728x250

Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek Suharti dalam arahannya menjelaskan bahwa ajang Bussiness Matching ini merupakan ajang yang sangat bermanfaat untuk mendorong peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Selain itu, ajang ini diharapkan menjadi media survei pasar yang komprehesif untuk memastikan kesiapan dan ketersediaan produk dalam negeri sebagai subtitusi produk impor industri di Indonesia.

Pada kesempatan terpisah, Plt. Dirjen Diktiristek Nizam mengapresiasi penyelenggaraan Bussiness Matching 2024. Nizam melihat bahwa ajang Bussiness Matching 2024 sangat bermanfaat tidak hanya dalam hal hilirisasi produk reka cipta, namun juga membuka berbagai peluang kolaborasi antara perguruan tinggi dengan industri maupun dengan pemangku kepentingan lain. “Apresiasi untuk kegiatan Bussiness Matching. Event ini sangat bermanfaat untuk membuka berbagai peluang kolaborasi antara kampus dengan industri. Dengan kolaborasi yang kuat, Bersama kita membangun kedaulatan reka cipta Indonesia,” ujar Nizam.

Inovator IsoGene, Sulistyo Emantoko mengemukakan bahwa acara Bussiness Matching 2024 ini sangat bagus dan bermanfaat. Inovator dapat bertemu dengan berbagai pihak yang bisa saling berkolaborasi dan memperkuat. “Acara Bussiness Matching 2024 ini sangat bermanfaat sekali. Kita bisa bertemu dengan berbagai pihak yang bisa saling menguatkan bahkan berkolaborasi untuk mengembangkan suatu produk reka cipta,” ujar Sulistyo, dilansir laman resmi Diktiristek.

Bussines Matching merupakan gelaran rutin yang diselenggarakan untuk mengoptimalkan implementasi program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). Pada tahun 2024, Kementerian Perindustrian menggandeng Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk menyelenggarakan Bussiness Matching. Pada Bussiness Matching 2024, selain pameran terdapat juga kegiatan pendukung antara lain Anugerah P3DN, Temu Bisnis, Coaching Clinic, Talk Show, dan Forum Komunikasi. *