Presiden Jokowi Dijadwalkan Hadiri World Water Forum Ke-10 di Bali

Polisi berpatroli di kawasan The Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat (10/5). Kawasan pariwisata yang dikelola InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) itu menyiapkan berbagai fasilitas dan infrastruktur serta dukungan pengamanan selama menjadi lokasi penyelenggaraan World Water Forum ke-10 pada 18-25 Mei mendatang. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/Spt.

Jakarta (Lokapalanews.com) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dipastikan hadir membuka pertemuan forum air terbesar dunia atau World Water Forum ke-10 yang digelar pada 18-25 Mei 2024 di Nusa Dua, Bali. Demikian diungkap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di Badung Bali, Selasa (14/5).

Sebagai komitmen mengatasi persoalan air dan sanitasi, Indonesia di gelaran World Water Forum ke-10 nanti juga akan merealisasikan kerja sama dengan pemerintah Uni Emirat Arab yaitu groundbreaking pembangunan Pusat Penelitian Mangrove atau International Mangrove Research Center (IMRC) di Pulau Kura-Kura.

banner 728x250

“Presiden akan hadir. Detail acaranya juga sudah siap semua. Nanti sekaligus juga akan groundbreaking di Pulau Kura-Kura,” ujar Luhut, dilansir InfoPublik.

Luhut juga mengungkapkan jika Presiden Jokowi bersama Elon Musk yang turut hadir di World Water Forum akan sekaligus meresmikan layanan internet berbasis satelit Starlink, Minggu (19/5/2024). Layanan ini akan menjangkau seluruh wilayah di Indonesia khususnya daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

“Elon Musk juga akan turut berbicara pada pembukaan World Water Forum ke-10 di Bali,” ujar Luhut.

Sebagai informasi Pusat Penelitian Mangrove Internasional (IMRC) bertujuan untuk membantu meningkatkan penelitian, inovasi dan pertukaran pengetahuan mengenai mangrove di level global. Inisiatif ini sejalan dengan Mangrove Breakthrough yang disepakati dalam KTT Aksi Iklim Dunia COP28 pada 2 Desember 2023 lalu.

Pendirian IMRC di Bali diharapkan dapat mendukung berbagai inisiatif restorasi dan konservasi mangrove di Indonesia, seperti proyek Mangrove untuk ketahanan pesisir, yang berfokus pada penguatan kebijakan dan lembaga dalam mengelola dan merehabilitasi mangrove secara berkelanjutan dan meningkatkan berbagai peluang mata pencaharian bagi masyarakat pesisir.

Groundbreaking IMRC yang mengambil momentum gelaran World Water Forum ke-10 dikatakan Luhut memang menjadi tonggak untuk menunjukkan kepada dunia terkait komitmen serta kontribusi-kontribusi nyata yang telah dilakukan khususnya di bidang tata kelola sumber daya air. Melalui forum air terbesar di dunia ini, Indonesia diharapkan menjadi role model bagi negara lain karena keberhasilannya mengelola sumber daya air.

Indonesia merupakan negara ketiga di Asia setelah Jepang dan Korea Selatan yang dipilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan World Water Forum ke-10. Forum air ini akan menghadirkan tiga proses utama, yaitu tematik, regional, dan politik, serta enam subtema yang sejalan dengan hasil pembahasan Konferensi Air Dunia di New York pada tahun 2023. *401

Dapatkan update breaking news dan berita pilihan kami dengan mengikuti Lokapalanews.com WhatsApp Channel di ponsel Anda.