Hukum  

Saksi Suarnama dalam Dakwaan Pemalsuan Selepeg, Mau Teken karena tak Diikutkan Bertanggung Jawab Secara Hukum

Saksi Wayan Suarnama yang merupakan Kepala Dusun Tanah Barak, Desa Seraya saat hadir dalam sidang kasus pembuatan silsilah palsu dan memberikan keterangan palsu di bawah sumpah dengan terdakwa I Made Kasih alias Selepeg di Pengadilan Negeri Amlapura, Rabu (22/5).

Karangasem (Lokapalanews.com) – Saksi Wayan Suarnama yang merupakan Kepala Dusun Tanah Barak, Desa Seraya, periode Sidang 2003-2016, mengaku, ia bersedia bertanda tangan dalam silsilah yang dibuat I Made Kasih alias Selepeg, yang dilaporkan sebagai silsilah palsu oleh I Nyoman Kanis ke Polres Karangasem, karena Selepeg menyatakan, yang bertanggung jawab hanya I Made Kasih alias Selepeg, baik dalam tuntutan pidana maupun perdata, sementara pejabat yang bertanda tangan termasuk Kadus Tanah Barak, tidak diikutkan dalam pertanggungjawaban tersebut, terkait dakwaan pemalsuan dan memberi keterangan palsu dibawah sumpah, atas dibuatnya silsilah tertanggal 17 November 2012 oleh I Made Kasih alias Selepeg. Suarnama termasuk salah satu pejabat yang membubuhkan tanda tangan dalam silsilah yang dilaporkan ke Polres Karangasem, dan kini Selepeg telah diadili atas dakwaan pelanggaran pasal 263 dan pasal 242 KUHP.

Padahal, Suarnama mengaku tidak kenal dengan orang bernama Paro Sukun alias I Sutiarmin Sukun alias I Sutiarmin, seperti yang dicantumkan dalam silsilah yang dibuat oleh I Selepeg. Suarnama menerangkan bahwa ia tidak diikutkan bertanggung jawab atas silsilah tertanggal 17 November 2012, ketika menjadi saksi dalam kasus pembuatan silsilah palsu dan memberikan keterangan palsu di bawah sumpah, dengan Terdakwa I Made Kasih alias Selepeg, dalam sidang hari Rabu, 22 Mei 2024, di Pengadilan Negeri Amlapura. Suarnama memberi keterangan karena dalam silsilah tertanggal 17 November 2012 yang dibuat oleh I Made Kasih alias Selepeg, tercantum tanda tangan Suarnama sebagai Kepala Dusun Banjar Tanah Barak, sebagai pejabat yang mengetahui. Dalam silsilah tersebut, Selepeg mencantumkan kakeknya bernama Paro Sukun alias I Sutiarmin Sukun alias I Sutiarmin.

banner 728x250

Suarnama menerangkan bahwa ia tidak kenal Paro Sukun alias I Sutiarmin Sukun alias I Sutiarmin, menjawab pertanyaan majelis hakim dalam persidangan dengan terdakwa I Made Kasih alias Selepeg. Tetapi, ia bersedia membubuhkan tandatangan dalam silsilah yang dibuat oleh Selepeg tersebut, karena ia dalam pemahamannya, yang bertanggung jawab penuh adalah I Made Kasih alias Selepeg, sembari menegaskan bahwa dalam silsilah tertanggal 17 November 2012 tersebut, tercantum pernyataan yang intinya adalah bahwa ‘I Made Kasih alias Selepeg selaku pihak yang membuat silsilah bersedia dituntut baik secara pidana maupun perdata, bilamana ternyata ada yang tidak benar dalam keterangan silsilah, tanpa melibatkan para pejabat yang mengetahui maupun membubuhkan tandatangan dalam silsilah keluarga ini’.

Selain Suarnama, hadir tiga orang saksi lain, yakni I Made Salin, I Wayan Beteng dan I Ketut Dani. I Wayan Beteng dan I Ketut Dani, menyebut mengetahui nama I Sutiarmin Sukun dari cerita neneknya, Ni Sukarna, dan menurut cerita neneknya, I Sutiarmin Sukun tidak punya nama lain selain I Sutiarmin Sukun saja. Beteng juga menerangkan, ia kenal dengan Tambir, ayah dari Terdakwa Selepeg, karena sewaktu Beteng masih tinggal di rumahnya di Seraya, jarak rumahnya dengan rumah Selepeg hanya sekitar 50 meter. Ayah I Tambir, kata Beteng dari cerita neneknya, hanya bernama Paro tanpa ada alias-alias atau nama lain. Beteng menyatakan, pernah melihat silsilah yang dibuat oleh I Nyoman Kanis sebagai silsilah yang benar, dan sebaliknya silsilah yang dibuat oleh I Selepeg tidaklah benar, berdasarkan informasi neneknya itu, di mana leluhur Beteng adalah I Sutiarmin Sukun, sementara leluhur I Selepeg adalah Paro.

Ketut Dani pun memberikan kesaksian serupa. Ia mengetahui leluhurnya bernama I Sutiarmin Sukun dari kakeknya I Sukarna dan neneknya Ni Wayan Sukarna, waktu ia kurang lebih berumur 12 tahun. Dani juga menyatakan kenal baik dan waktu kecil sering bermain dengan Selepeg di rumahnya yang waktu itu bertemu dengan ayahnya, I Tambir, sehingga juga mengetahui, bahwa kakek Selepeg bernama Paro dan tidak ada nama alias yang lain.

Sementara Saksi I Made Salin, menerangkan ia mengetahui nama leluhurnya bernama I Sutiarmin Sukun dari kakeknya yang bernama I Wayan Semaris. Semaris bercerita, bahwa tanah yang digarapnya dengan menanam jagung adalah warisan dari I Sutiarmin Sukun, dan Sutiarmin Sukun tidak punya nama alias lain selain I Sutiarmin Sukun.

Dari keterangan saksi-saksi dalam persidangan di PN Amlapura yang telah didengar keterangannya, antara lain I Nyoman Kanis, I Nengah Suastika, I Komang Serimpen, I Wayan Lintir, I Wayan Salin, I Made Salin, I Wayan Beteng, I Ketut Dani, termasuk I Wayan Suarnama, tak seorang saksi pun menerangkan bahwa leluhur I Made Kasaih alias Selepeg bernama Paro Sukun alias I Sutiarmin Sukun alias I Sutiarmin. Termasuk mantan Kadus Tanah Barak, I Wayan Suarnama yang bertandatangan dalam silsilah tertanggal 17 November 2012 tersebut, yang bersedia membubuhkan tandatangan tanpa kenal orang bernama Paro Sukun alias I Sutiarmin Sukun alias I Sutiarmin, karena ada pernyataan dalam silsilah tersebut, bahwa para pejabat yang bertandatangan tidak diikutkan, dan seluruh tanggung jawab pidana maupun perdata, disandang oleh I Made Kasih alias Selepeg. *r102

Dapatkan update breaking news dan berita pilihan kami dengan mengikuti Lokapalanews.com WhatsApp Channel di ponsel Anda.